Bulletin Terkini

Posting Terkini di Forum

Dengan proses apa doa menjadi "generator"? PDF Print E-mail
Written by kangyana, 2009   
Tuesday, 14 April 2009 06:05

Secara fisik kita merasakan. Duduk “bersandar” jauh lebih nyaman daripada tidak. Bersama doi tercinta kita juga merasakan nikmatnya bersandar, tapi dalam bentuknya yang lebih rukhaniah. Kata syair lagu Bimbo: “Engkau, dik pelabuhan hatiku”.

Yang “bersandar” syahdu. Yang “disandari” juga merasa digdaya. Seperti kata Robby kepada Wetty; terucap atau tidak, kebersandaranmu, Wett membuatku jadi berarti. Karena kau, aku merasa ada.

            Dengan menerima Wetty, Robby sebenarnya melakukan proses membelah diri. Kali ini secara positif, karena pembelahan itu dilakukan untuk mencapai  “kesatuan baru”  yang lebih progresif. Di satu sisi “kebersamaan” itu memang melemahkan kedirian tapi di sisi lain menumbuhkan sensasi  baru ke-Kami-an, yang ujung-ujungnya lebih dahsyat menguatkan kedirian mereka masing-masing. Ilmu manajemen modern menyebut kekuatan baru ini (biasanya bergabungnya dua perusahaan besar) sebagai aliansi strategik.

Semacam proses metamorfose dari ulat menjadi kupu-kupu.

            Robby, sang “ulat” melata manja itu kini telah menjadi kupu-kupu: terbang tinggi, berdua! Sebuah kondisi yang mirip dengan naiknya para sufi (karena keberhasilan pengendalian dirinya) terbang  ke alam malakut. Kalau radiomu, katakanlah itu gelombang FM yang menyuguhkan citra ruang dan  waktu, alias stereo.

            Doa, adalah proses menyandarkan diri pada Khalik Pencipta yang Pengasih. Melemah untuk menjadi “si kuat” karena menyatu ke dalamNya, “Ya Alloh, adalah kewajiban hamba memperjuangkan cita-cita ini. Tapi soal hasil adalah urusan Engkau!”

            Dengan itu bebaslah jiwa kita.

            Hadis Rasul mengatakan, “Orang-orang yang tidak terikat dan bebas sudah lebih dulu unggul!”. Sahabat kemudian bertanya, jenis  manusia seperti gerangan apakah  yang bisa seperti itu? Rasul menjawab: “Laki-laki dan perempuan yang tidak henti-hentinya mengingat Alloh!”

            Jauh lebih pengasih Dia kepada Robby ketimbang Wetty kepada Robby.

            Alloh memiliki keberdayaan yang lebih tinggi.

Dengan bersandar kepadanya hati menjadi tenang.

Alloh menyapa mereka yang selalu berdzikir mengingatNya baik dalam keadaan :duduk, berdiri atau sedang berbaring dengan panggilan: Wahai Jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi  diridhoi-Nya (QS 89:27-30)

Menembus persaingan Ujian Masuk PTN, harus dengan kerja keras terstruktur. Kerja keras saja tanpa sistem hatimu, jebol. Kesungguhan itu penting, tetapi hati kita harus pasrah kepada pengaturanNya. Alloh mengajari kita: Mereka yang  berjuang dan bersungguh-sungguh demi Kami,  Kami pasti akan menunjukkan mereka ke jalan Kami.

Kewajiban manusialah untuk berusaha keras, soal  “hasil” adalah urusan prerogratif Alloh. Prinsip ini harus diteguhkan dan musti bebas dari  keadaan “mendua”. Jangan seperti doa Windi. Mulutnya meminta kepada Alloh, tetapi hati dibiarkannya dijajah oleh ketakutannya pada kebengisan guru  Matematiknya.

Begitu pentingnya doa –yang dalam banyak tingkatannya membanjiri gelombang Alpha pada manusia—maka Alloh mengkritik manusia yang malas berdoa begini: Manusia sungguh melampaui batas karena melihat dirinya tiada memerlukan siapa-siapa (QS 96:7). Padahal masih kata Alloh, “Aku pasti mengabulkan doa hamba-hambaKu apabila dia berdoa kepadaKu(QS 2:186)”.

Maka ingatlah Aku, pasti Aku akan mengingatmu….(QS 2: 152)

Begitu juga doa dalam kaitannya dengan kewajiban kita menyerap ilmu.

Ketika Nabi bertanya kepada Jibril tentang  ilmu batin, yakni atmosfir jiwa yang penuh gelombang Alpha yang membuat manusia tenang, maka jawab Jibril: Ilmu itu adalah salah satu diantara rahasiaKu. Aku mematrikannya di dalam hati hambaKu dan tak satupun makhluk-Ku yang memahaminya.

Kalau begitu adakah sesuatu lain yang pantas dimintai selain daripadaNya?

Doa, selalu merupakan rangkaian kata positif yang mensugesti jiwa kita.

Seperti Henry Ford Raja Mobil Amerika bilang, “Apa pun yang kamu katakan tentang dirimu, baik itu menyangkut — Aku bisa atau Aku tak bisa—sama saja, akan begitulah kamu menjadi dirimu. Manusia adalah bagaimana dia berpikir tentang dirinya!”

Kita adalah umat Muhammad yang diajari bersikap, “PengabulanMu ya Alloh atas doa-doa kami  adalah fungsi dari iman pasrah dan kerja keras kami. Sungguh, tak ada sesuatu pun yang sulit bagiMu.  Engkau yang apabila berkata jadi maka: jadilah. Sungguh takkan ada sesuatupun terjadi tanpa seijinMu!”

Tugas kita tinggal sekedar berjuang.  Soal  hasil hari ini, itu semua merupakan bagian dari rencana besar Alloh ke depan nanti. Aneh sekali kalau manusia mesti  menangisi apa yang tak didapatkannya hari ini. Sesungguhnya Alloh lebih tahu apa yang manusia tak mengetahuinya.

Persis seperti sikap pasrah Alpha di atas, pokoknya apa-apa saja  yang kita katakan dan pikirkan adalah ­­ramalan yang akan terbukti dengan sendirinya. Para Psikolog besar sepakat dengan ini. Guru Besar Manajemen Petter Drucker bilang begitu. Steven Covey yang terkenal dengan buku: 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif yang menggegerkan masyarakat Amerika, juga yakin begitu. Dan sebenarnya nun sudah sejak lebih dari 1400 tahun yang lalu, Alloh melalui Rasul Muhammad sudah mengajarkan itu: Sesungguhnya Aku mengikuti prasangka  hambaKu.

Interelasi doa dengan keterwujudannya agaknya mirip seperti interelasi antara traffic-ligth dengan manusia. Begitu menyala merah, berhenti. Begitu hijau, jalan.

Manusia merespon pergantian warna-warni itu.

Begitu pula sistem komputer semesta Alloh, dia merespon warna-warni aura yang kita  pancarkan karena perasaan,  pikiran dan perbuatan kita. Berfirman  Alloh: Aku bersama dengan orang-orang yang berdoa kepadaKu. Aku dekat dengan hambaKu jauh lebih dekat daripada urat lehernya (QS 50:16).

Last Updated on Sunday, 28 June 2009 00:21
 
Kebersamaan, Perkenalan dan Persahabatan
Friday, 12 September 2008 21:43
Communitee By Camp26.comSelamat datang di Komunitas SSC Intersolusi. Jangan ragu untuk bergabung dengan kami. Komunitas SSCi akan dapat membantu kita  membangun hubungan dengan seluruh sivitas SSCi serta alumni-alumni SSCi. Kita dapat berbagi buletin / artikel,  bersama-sama kami membuat profil, mencari dan mendapatkan persahabatan atau menyambung persahabatan lama, mengirim pesan pribadi, mengirim email , menilai dan meninjau teman, berdiskusi dan lain-lain. Dalam Komunitas SSCi, kita memiliki kesempatan emas untuk mewujudkan kebersamaan, perkenalan dan persahabatan yang harmonis dengan semua orang dari terutama yang berasal dari SSC Intersolusi.
 
«Start Prev  1 2 3 4 5 6 Next End»

Page 5 of 6
Banner

Event Yang Akan Datang

Example - Camp26 Fans General ... ( 19.09.2009 - 20.09.2009 | 08.30 )
This event is invited by : Roldan (Total Registered : 0)
Example - Special Fans Meeting... ( 31.10.2009 - 02.11.2009 | 12.30 )
This event is invited by : Morgan (Total Registered : 1)

Login

Banner

Yang Online

None

Share Situs Ini

Add to: Mr. Wong Add to: Webnews Add to: Icio Add to: Oneview Add to: Yigg Add to: Linkarena Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: Reddit Add to: Simpy Add to: StumbleUpon Add to: Slashdot Add to: Netscape Add to: Furl Add to: Yahoo Add to: Blogmarks Add to: Diigo Add to: Technorati Add to: Newsvine Add to: Blinkbits Add to: Ma.Gnolia Add to: Smarking Add to: Netvouz Add to: Folkd Add to: Spurl Add to: Google Add to: Blinklist Information
by: Camp26.Com

Pengunjung

We have 2 guests online